Gedung Nasional Samarinda

SEKILAS CERITA TENTANG GEDUNG NASIONAL SAMARINDA

gedung nasional Gedung nasional dibangun pada tahun 1947, pada waktu itu Indonesia didalam periode “Revolusi Fisik” merebut dan mempetahankan Kemerdekaan yang telah di Proklamirkan 17 agustus 1945.

Tempat ini pernah menjadi wadah untuk berkumpul dengan tujuan menyatukan dan mengkordinir langkah-langkah Perjuangan oleh beberapa tokoh-tokoh pada waktu itu , kemudian dirasa perlunya suatu wadah tersendiri, dalam bentuk sebuah gedung untuk tempat berkumpulnya Organisasi-organisasi/badan-badan perjuangan dikota ini. Maka pada tahun 1947 dengan membeli/memanfaatkan sebidang tanah kosong yg pada waktu itu bernama jln “Stamboel_Stratt‬”, sekarang jln Panglima Batur. Dibangunlah sebuah gedung yg sangat sederhana..Dinding dari papan yang disusun sirih, sebagian atap dari daun Kajang, sedang lantai merupakan lantai alam alias dari Tanah.

Dengan tujuan Mengelorakan semangat Perjuangan dikalangan Masyarakat Samarinda & sekitarnya atas prakarsa front Nasional pada tanggal 20 mei 1948, dalam rangka memperingati 40 thn Kebangkitan Nasional(waktu itu masih disebut kebangunan Nasional) dilakukan upaya meletakkan batu pertama pembangunan Tugu Nasional yg letaknya dihalaman Gedung Nasional.
Dalam menyambut pengakuan kedaulatan pada akhir tahun 1949, yg mengakhiri kekuasaan Belanda diIndonesia, dengan bertempat di halaman gedung Nasional’ diadakanlah Pasar malam Amal, yang keuntungan bersihnya seluruhnya disumbangkan untuk keperluannya, menyempurnakan pembangunan ini.
Banyak Histori perjuangan dari gedung tersebut. Presiden Soekarno dalam kunjungan pertamanya ke Kaltim pada bulan September 1950, sewaktu di Samarinda beliau juga mengunjungi Pameran tentang Kebudayaan dan hasil-hasil kerajinan rakyat Kaltim,pameran itu sengaja diadakan untuk menyambut kedatangan kepala negara .. itu juga di bertempat di Gedung Nasional pula.
Ada berbagai peristiwa lainnya yg bernilai Sejarah pada masa-masa permulaan Kemerdekaan dengan selalu bertempat di Gedung Nasional , yg memperberat bobot gedung ini sebagai gedung Bersejarah.

Namun dalam sejarahnya, gedung Nasional tidak saja mengalami masa-masa jaya, tetapi juga masa suram.
Sesudah memasuki tahun 1960-an gedung ini hampir tidak pernah mengalami perbaikan sehingga dari tahun ke tahun keadaannya memprihatinkan, sedang dana untuk memperbaiki tidak ada, karena berkurang dan berkurangnya pemasukan.
Sehingga pada permulaan thn 1970-an dengan kepengurusan silih berganti kemudian diambil alih oleh Pemda kotamadya Samarinda. Oleh Pemda Kemudian dilakukan perbaikan besar-besaran terhadap gedung Nasional. Tetapi ternyata bangunan itu dijadikan Bioskop, dan disewakan kepada seorang pengusaha, yang dijadikan Bioskop#Samar_indah.dan sejak saat itu (1973) Gedung Nasional Samarinda hanya tinggal nama saja lagi.

Namun seolah-olah “KUALAT” kepada Masyarakat Samarinda ( terutama angkatan 45) yg tidak rela melihat gedung Perjuangan itu dijadikan tempat Hiburan, bioskop “Samar indah” hanya sempat bertahan beberapa tahun saja. Pada pertengahan 1976, pada suatu malam ditengah belangsungnya Pemutaran Film, api Tiba-tiba berkobar dan menghanguskan Gedung Bioskop… ‪#‎PENASARANDENGAN‬ CERITANYA !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s